Pesen saya sih jangan sembarangan berperasaan dan berkeinginan di Tanah Haram, Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Alhamdulillah semua terwujud atas izin dan ridha Allah, dan saya berdoa agar terhindar dari sifat ria dan Asumaah. Allah Humabarik.
Semua keinginan dan doa saya terkabul semua, utamanya soal makanan. Di hari pertama di Madinah, pulang dari Masjid Nabawi, liat orang Pakistan makan nasi sejenis kebuli, dan sampai Hotel, ada.
Sebelumnya, saat Masjid Nabawi juga di dalam hati bilang, mau banget makan kurma yang enak. dan tetiba orang keluar dari jalur makam nabi dan “Tara” kurma terbaik Madinah mucul dan saya mencicipi kurma terbaik itu.
Dalam perbincangan terbersit makan Bakso… dan ‘Abra kadabra’ bakso dengan porsi besar muncul dari
Iseng juga kira-kira kalau mau makan rawon dan kikil sapi ada nggak ya.. dan Kontan langsung muncul.
Tetapi yang terpikir kenapa semua makanan ya?
Apa pun itu, ini yang terbaik yang saya terima, apa pun yang saya doa, kontan Allah kasih. Pikir-pikir, orang soleh bukan, orang beriman dengan keimanan yang sangat juga bukan. Tapi ini di Tanah Haram, Tanah yang menyelimuti tubuh baginda Nabi. Tanah mulia.
Tanah orang mulia, Tanah yang memang dijaga Allah dari berbagai macam kemaksiatan, Tanah yang penuh keberkahan. Tanah Nabawi.