Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kepada birokrat TNI, Polri dan Kejaksaan agar intropeksi diri sebab fasilitas dan kekuasaan yang ada serta melekat pada saat ini merupakan pemberian dari rakyat.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo saat peresmian infrastruktur strategis pembangunan Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat dengan total investasi Rp9,79 triliun yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, memperluas area irigasi, dan menyediakan air baku
“Birokrat intropeksi, TNI, Polri, militer intropeksi, saudara milik rakyat, bintang mu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topi dari rakyat, jangan lupa, kejaksaan jangan lupa, Anda jaksa, pakai bintang juga, kau milik rakyat. Saya selalu berpesan kepada birokrat aparat negara, petugas negara, yang ada di pemerintahan yang ada di birokrasi di setiap kementerian benahi diri, saya tidak mau liat kebelakang, mawas diri, jangan melawan kehendak rakyat, rakyat tidak ingin ada korupsi dibiarkan, rakyat tidak ingin penipuan penipuan di lanjutkan,” tegas Presiden.
Menyikapi pernyataan tegas ini Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H.Kurniawan mendukung penuh pernyataan dari Presiden Prabowo, Menurutnya kekuasaan para birokrat merupakan kekuasaan pemberian dari rakyat. “Kepentingan negara dan bangsa serta rakyat harus di atas segalanya,” ujarnya.
Pernyataan presiden sendiri disinyalir terkait dengan gejolak yang terjadi pada saat ini dimana ada konflik yang memanas antara institusi negara yakni Polri dan Kejaksaan. ”Presiden mengingatkan bahwa semua harus mawas diri dan jangan melihat kebelakang, perbaiki ke depan dan layani rakyat selaku yang memberikan amanah dan kepada para birokrat, musuh kita adalah koruptor dan oligarki busuk yang memang selama ini mencuri kekayaan alam Indonesia, yang membuat rakyat sengsara, yang membuat rakyat miskin dan yang membuat rakyat tidak bisa keluar dari jerat kesengsaraan,” beber H.Kurniawan.
Indonesia, lanjut H.Kurniawan saat ini sedang berbenah diri, karena kerusakan yang terjadi sangat parah. ”Diperbaiki yang utama oleh presiden adalah soal gizi, kalau gizi tercukupi maka anak akan tumbuh dengan sempurna, cerdas dan kuat, makanya ada MBG, setelah gizi diperbaiki yang diperbaiki adalah soal pendidikan, pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang pintar dan bisa bersaing, selanjutnya adalah penyiapan lapangan pekerjaan dan pengelolaan sumberdaya energi yang dilanjutkan dengan ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan pengembangan militer, ini merupakan skenario panjang, tujuan mulia yang harus didukung, karena ini bisa membuat kita keluar dari jerat kemiskinan negara yang dipandang sebelah mata, ingat Indonesia kaya, namun masalahnya soal pengelolaan saja, kita kerap dipecah belah oleh kepentingan kelompok dan golongan, tanpa mengutamakan tujuan utama yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga tercipta kemanusiaan yang adil dan beradab. Program cepat presiden ini harus berjalan. Karena guna Indonesia Emas 2045, Indonesia akan menjadi super power di kawasan pasifik,” beber H Kurniawan.
Sehingga, menurut H.Kurniawan, seluruh birokrat betul harus mawas diri, sebab mereka bukanlah raja yang berkuasa dan rakyat bukan abdi mereka,”jangan selewengkan amanah dan kekuatan serta kekuasaan yang diberikan oleh rekyat, nanti rakyat marah dan mereka akan meminta kembali amanah tersebut dengan cara-cara yang memang bisa mereka lakukan, usul dan saran saya selaku rakyat, birokrat fokus bela dan sejahterakan rakyat. jangan mencuri dan jangan korupsi,” tutupnya.