
“Assalamualaikum, Setelah melihat situasi yang terjadi belakangan ini, kami sebenarnya sudah memprediksi adanya dinamika tersebut. Selama dua tahun terakhir, kami melihat Bapak Prabowo terus mendapat serangan dari berbagai sisi, terutama dari pihak-pihak yang hingga hari ini belum bisa move forward.
Selain itu, kami juga melihat adanya persatuan kelompok-kelompok yang selama ini bermasalah, mulai dari koruptor, oligarki, hingga mafia yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Ketika Bapak Prabowo menjadi presiden, berbagai kepentingan tersebut mulai terusik.
Kami menduga mereka kemudian berkolaborasi dan menggunakan sumber daya yang selama ini mereka miliki untuk melakukan berbagai upaya politik dengan tujuan menjatuhkan Bapak Prabowo Subianto.
Selama ini, kami sebagai pendukung Bapak Prabowo Subianto memilih banyak diam, bersabar, dan tidak melakukan serangan politik kepada pihak-pihak tertentu. Namun, ketika serangan terhadap Bapak Prabowo semakin meningkat dan situasi politik serta pemerintahan terus berkembang dalam beberapa bulan terakhir, kami merasa tidak bisa terus berdiam diri.
Saya, sebagai Ketua Umum Barisan Cinta Prabowo, bersama kawan-kawan pendukung Prabowo lainnya, memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendukung dan mengawal pemerintahan Bapak Prabowo Subianto.
Kami ikut berjuang agar Bapak Prabowo dapat menjadi Presiden Indonesia, tentu bersama seluruh rakyat Indonesia yang memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada beliau. Setelah Bapak Prabowo menjadi presiden, tugas kami tentu belum selesai. Justru tantangan ke depan semakin berat.
Kami memiliki kewajiban moral untuk mendukung, mengawal, serta menyukseskan program-program Bapak Prabowo Subianto.
Karena itu, ketika kami melihat adanya potensi ancaman terhadap situasi keamanan, saya bersama sejumlah relawan dan organisasi, termasuk GRIB Jaya, mengambil langkah untuk melakukan konsolidasi dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi yang tidak terkendali.
Kami memahami bahwa aparat kepolisian dan TNI memiliki tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, kami sebagai relawan juga menyatakan kesiapan untuk membantu mengantisipasi apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan.
Kami tegaskan bahwa kami tidak terlibat langsung dalam demonstrasi yang akan dilakukan pada 27 Agustus. Namun, kami siap mengantisipasi setiap perkembangan situasi.
Kami bukan kelompok anti-demokrasi dan juga bukan anti-kritik. Kami memberikan hak kepada seluruh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan pendapatnya sesuai dengan aturan yang berlaku.
Namun, kami juga melihat adanya berbagai unggahan dan manuver politik yang menurut kami mengindikasikan adanya upaya untuk menjatuhkan Bapak Prabowo Subianto.
Bagi kami, tindakan seperti itu tentu mengganggu dan melukai perasaan para pendukung Bapak Prabowo yang selama ini telah berjuang untuk memenangkan beliau.
Kami siap berdiri bersama Bapak Prabowo untuk menjaga pemerintahan dan kekuasaan negara. Bukan karena kami haus akan kekuasaan, melainkan karena kami ingin pemerintahan dapat berjalan demi kemajuan bangsa dan negara.
Kami berharap Bapak Prabowo Subianto tidak berjuang sendiri. Kami sudah bersama beliau sejak sebelum beliau menjadi presiden dan akan terus memberikan dukungan demi kemajuan negara.
Kami juga mengecam keras tindakan-tindakan yang kami nilai tidak etis, tidak sopan, dan sudah keterlaluan. Kami menilai tindakan tersebut juga dapat mencoreng nama baik tokoh-tokoh bangsa.
Selama ini, kami banyak memilih diam dan menahan diri. Kami tidak mencari musuh dan tidak ingin berseberangan dengan siapa pun.
Namun, jika ada pihak yang memulai tindakan yang mengancam atau menyerang Bapak Prabowo Subianto, kami menyatakan siap memberikan respons dan berdiri di sisi beliau.
Saya bersama relawan dan berbagai elemen pendukung lainnya akan berdiri kokoh bersama Bapak Prabowo Subianto. Apa pun yang terjadi, Bapak Prabowo tidak sendiri. Ada kami yang selalu siap mendukung beliau sampai akhir.
Terakhir, saya mengimbau kepada seluruh peserta aksi yang akan melakukan kegiatan di Jakarta agar mengikuti aturan yang berlaku, tidak bertindak anarkistis, serta tetap menjaga kepentingan dan kenyamanan masyarakat lainnya.”
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
H.Kurniawan,
Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo