Gerakan Cinta Prabowo, Gelar Dialog Nasional Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

refleksi 2 tahun

Share this post

Facebook
Twitter
LinkedIn

Jakarta – Gerakan Cinta Prabowo (GCP) menggelar kegiatan refleksi kepemimpinan nasional melalui Dialog Nasional Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Kuningan, Jakarta, Kamis (22/10).

Menurut Ketua Umum GCP H. Kurniawan dalam kurun waktu dua tahun Presiden Prabowo telah banyak menorehkan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pak Prabowo sudah banyak berbuat. Pak Prabowo sudah begitu berani melaksanakan program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Kurniawan.

Kurniawan memaparkan, sejumlah program strategis tersebut meliputi swasembada pangan, swasembada energi, pemberantasan korupsi, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Di sektor energi, ia menyebut pemerintah telah mampu memproduksi biodiesel dari kelapa sawit hingga mencapai 170 juta liter.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar jajaran menteri dan pembantu presiden mampu menerjemahkan visi besar kepala negara secara tepat di lapangan.

“Sehebat apa pun program dan cita-cita Prabowo, jika pelaksanaannya berantakan oleh pembantu yang tidak bisa menjabarkan pikiran Prabowo ke lapangan, maka akan terjadi mis antara perencanaan dan pelaksanaan. Oleh karena itu, pembantu Prabowo harus benar-benar bisa mengaplikasikan visi tersebut,” tegasnya.

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kurniawan menilai kebijakan ini merupakan niat mulia negara untuk memenuhi gizi anak-anak Indonesia yang wajib didukung penuh. 

Ia menyebutkan jika sempat terjadi kendala, hal itu disebabkan oleh oknum pelaksana di lapangan.

“Jika sempat terjadi banyak blunder, itu bukan karena programnya yang salah, melainkan pelaksananya yang harus dipenjara. Dengan dipimpin oleh Pak Sudaryono sebagai leader, diharapkan MBG bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, GCP menyoroti situasi dinamika sosial-politik saat ini sebagai dampak dari langkah berani pemerintah dalam memberantas korupsi tanpa tebang pilih.

“Ini adalah program yang sangat berani, di mana kita semua tahu bahwa selama ini banyak kasus korupsi yang tidak tersentuh oleh hukum karena adanya backup dari oknum-oknum tertentu. Di zaman Prabowo, siapa pun yang melakukan korupsi pasti disikat, dilibas, dan dimasukkan ke penjara,” ucap Kurniawan.

Ia menduga, berbagai perlawanan maupun pengiringan opini negatif yang beredar belakangan ini sengaja diciptakan oleh pihak-pihak yang merasa terganggu oleh ketegasan presiden.

“Situasi yang kurang nyaman tersebut bukan salah Prabowo, tetapi merupakan upaya sistematis yang dilakukan oleh orang-orang yang selama ini melakukan kegiatan nakal, maling uang rakyat, maling anggaran, yang merasa terganggu dan tidak nyaman dengan kebijakan Prabowo,” pungkasnya.

About the Author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Selection