Presiden Prabowo saat di di Korea Selatan.
Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan resmi kenegaraannya ke Seoul pada Rabu (1/4), tidak hanya menjalani agenda formal kenegaraan. Di sela kunjungan tersebut, Prabowo memberikan sejumlah kejutan kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang mencerminkan kedekatan personal antarpemimpin.
Dalam kunjungannya ke Blue House, Prabowo mencuri perhatian dengan memberikan hadiah berupa pakaian khusus untuk anjing Lee bernama Bobby. Uniknya, nama tersebut mirip dengan kucing kesayangan Prabowo, Bobby Kertanegara.
“Ini untuk Bobby,” ujar Prabowo sembari menunjukkan pakaian tersebut kepada Lee di halaman Blue House, seperti terlihat dalam unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis (2/4).
Kemudian, Prabowo mengambil scarf bermotif etnik serta kalung anjing dan menyerahkannya langsung kepada Lee.
Begitu menerima pemberian tersebut, Lee langsung tersenyum lebar. “Terima kasih, terima kasih banyak,” balasnya.
Pemberian hadiah ini tidak hanya mencerminkan keakraban personal antara kedua pemimpin negara, tetapi juga menunjukkan eratnya persahabatan dan kemitraan antara Indonesia dan Korea Selatan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pendekatan diplomasi yang dilakukan Prabowo tidak semata formalitas, melainkan juga menyentuh sisi personal.
Menurutnya, momen ini menjadi bukti bahwa diplomasi modern tidak hanya dibangun melalui kesepakatan dan angka, tetapi juga melalui sentuhan personal yang tulus. Pendekatan humanis tersebut dinilai mampu membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat fondasi kerja sama Indonesia dan Korea Selatan ke depan.
“Diplomasi tidak hanya sekedar rapat dan agenda resmi, tetapi bagaimana hubungan personal antarpemimpin dapat terjalin dan membekas baik di hati,” ujar Teddy, seperti dikutip dari keterangan resmi.
Selain memberikan pakaian untuk hewan peliharaan Lee, Teddy mengatakan bahwa Prabowo juga memberikan sejumlah kerajinan unggulan UMKM Indonesia.
Di antaranya adalah keris Bali dan guci keramik khas Jawa Timur yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia, sekaligus menjadi wujud diplomasi ekonomi kreatif dalam memperkenalkan produk lokal ke panggung internasional.