H.Kurniawan, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo
Oleh: H.Kurniawan, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo
Kesejahteraan nelayan Indonesia masih menjadi isu penting yang memerlukan perhatian khusus. Meskipun kontribusi sektor perikanan cukup besar bagi perekonomian nasional, banyak nelayan kecil yang masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pendapatan dan kerentanan sosial ekonomi. Upaya pemerintah dan berbagai pihak diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut melalui penguatan infrastruktur, dukungan permodalan, dan perbaikan sistem bagi hasil.
Pada saat ini masalah nelayan Indonesia bersifat struktural, mencakup:
- Ekonomi (biaya tinggi – harga rendah)
- Teknologi (keterbatasan peralatan)
- Sosial (perlindungan lemah)
- Lingkungan (pencemaran dan perubahan iklim)
- Tata kelola (kebijakan berubah-ubah & IUU Fishing)
- Kemiskinan
Untuk perbaikan, dibutuhkan pendekatan terpadu seperti modernisasi armada, perbaikan tata niaga, penguatan koperasi, fasilitas cold chain, akses modal mudah, serta pengawasan maritim yang kuat.
Selain itu pada saat ini jumlah nelayan: Mencapai sekitar 3,03 juta jiwa (data 2022), yang terdiri dari 2,4 juta nelayan laut dan 632 ribu nelayan perairan daratan. Jumlah ini hanya sekitar 1,1% dari total penduduk Indonesia.
Kontribusi ekonomi: Sektor perikanan berkontribusi sekitar 2,29% terhadap PDB nasional (kuartal I 2025) dan nilai ekspornya terus meningkat.
Di sisi kemiskinan: Tingkat kemiskinan di wilayah pesisir lebih tinggi, yaitu 4,19% (data 2021), dibandingkan rata-rata nasional, yang menunjukkan kerentanan rumah tangga nelayan. “Ini bahaya, bayangkan luas lautan Indonesia. Menurut data resmi dari Badan Informasi Geospasial (BIG), Indonesia memiliki luas perairan laut sekitar 6.400.000 km², Kita punya Laut Natuna, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda, Laut Arafuru, Selat Jawa dan Nusa Tenggara, Karena wilayah-wilayah tersebut berada pada jjalur arus global (Indonesian Throughflow), titik pertemuan massa air kaya nutrisi, daerah upwelling, jalur migrasi tuna internasional jadi sudah semestinya nelayan kita kaya, tapi entah kenapa masih seperti ini?” Kata H.Kurniawan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo.
“Orang Indonesia orang laut, bajak laut dan raja laut, harus menjadi penguasa laut dan sejahtera. Kekayaan alam ini harus dikelola dengan kematangan dan bijaksana serta lestari. Namun luas laut Indonesia, sektor maritim khususnya hanya menyumbang sekitar 7 % dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada hal menurut keterangan para ahli potensi bisa mencapai 20 dari PDB, ini kenapa?” tanya H.Kurniawan
Oleh karenanya ini tanda bahwa laut kita, menurut H.Kurniawan potensinya kurang dimanfaatkan dengan sempurna. ”Nelayan harus bangkit, seperti para nelayan negara-negara maju dengan mengoptimalkan hilirisasi, pasar kita besar dan ikan kita bagus kualitasnya, maka di era Presiden Prabowo didalam program Asta Cita ini semua semestinya terbuka lebar, ayo nelayan Indonesia manfaatkan potensi ini jangan sia-siakan, sebab kita punya presiden yang membela rakyat khususnya nelayan,” tutupnya.