TAGAR #JAGAPRABOWO VIRAL

#JAGAPRABOWO (1)

Share this post

Facebook
Twitter
LinkedIn

Sejumlah ormas pendukung Prabowo Subianto berkumpul dan berhimpun untuk melihat situasi yang mengusik batin mereka karena para antek asing, londo ireng, oligarki busuk, koruptor, bahaya laten ini sudah bergerak mencoba melakukan manuver untuk merusak demokrasi, melukai demokrasi, membuat kegaduhan agar Indonesia tidak damai di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

H. Kurniawan, Ketum GCP

Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H.Kurniawan bersama dengan sejumlah ormas pendukung Prabowo Subianto pun memberikan pernyataan sikap bahwa kondisi saat ini by design, terstruktur masif, dan hal itu bisa dirasakan dan dinilai.

“Apa pun alasannya Prabowo berbuat untuk kepentingan bangsa dan negara, kalau pun Prabowo banyak musuhnya, itu adalah orang-orang yang merasa tidak nyaman saat Prabowo menjadi presiden atas kebijakan bela rakyat yakni, pemberantasan korupsi, memberantas oligarki busuk, mafia kasus, orang yang kerap main curang pastinya tidak nyaman terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto,” kata H.Kurniawan.

Serangan masif ini pun sudah kebablasan, malah ada gerakan patut diduga mau mempercepat pelaksanaan pemilu. Oleh karenanya buat pendukung garis keras Prabowo Subianto ini sudah menjadi alarm, Oleh karenanya para pendukung setia mengeluarkan tagar #JAGAPRABOWO.

“Mereka akan berkolaborasi menjatuhkan Prabowo, makanya kami yang tergabung dalam aliansi sepakat menggaungkan tagar #JAGAPRABOWO,” ujarnya.

Terpisah  tokoh nasional sekaligus tokoh Gerakan Cinta Prabowo (GCP), Ahmad Haikal Hasan, menilai ucapan tersebut sangat tidak pantas untuk disampaikan ke publik.

Pria yang akrab disapa Babe Haikal ini menegaskan bahwa Budi Arie seharusnya menunjukkan sikap yang lebih bijak, mengingat posisinya yang selama ini mendapat dukungan politik dari Presiden terpilih.

“Jadi Budi Arie tidak pantas bicara seperti itu. Ingat, justru Budi Arie diselamatkan oleh Pak Prabowo. Diangkat jabatannya, dikasih jabatan bagus, dan seterusnya,” ujar Haikal saat diwawancarai di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Haikal menilai pernyataan mengenai percepatan agenda politik sebelum 2029 bukan sekadar ucapan spontan. Ia menyoroti konteks penyampaian pernyataan tersebut yang dilakukan dalam sebuah forum resmi yang menyerupai rapat, sehingga menimbulkan pertanyaan serius mengenai motif di baliknya.

“Kalau sampai keluar ucapan seperti itu, itu berarti sesuatu yang sudah dipikirkan, direncanakan, bukan spontan ujuk-ujuk begitu,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam istilah hukum, terdapat indikasi mens rea atau niatan tertentu dalam ucapan tersebut.

Lebih lanjut, Haikal menyoroti respons peserta forum yang menyambut ucapan Budi Arie dengan kata “siap” dan “oke”. Hal ini memperkuat kekhawatirannya bahwa gagasan tersebut merupakan bagian dari gerakan yang sistematis.

Meskipun Budi Arie telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui rekaman video, Haikal Hasan menyatakan tidak bisa menerima begitu saja. Menurutnya, permintaan maaf tidak menghapus pertanyaan besar mengenai rencana tersembunyi di balik wacana percepatan tersebut.

About the Author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Selection