Bandara Jeddah, King Abdulazis
Peralihan musim di Madinah dan Jedah membuat suhu naik turun, Kadang naik di angka 40 derajat celsius kadang malah di kisaran 20 an derajat.
Yang membedakan secara spesifik adalah tingkat kelembapan, jadi kalau di Madinah, dengan ketinggian di atas 620 di atas permukaan laut terkadang kelembapan udara hanya di kisaran 5-10 persen, namun kalau di Jeddah bisa capai 30% persen.

Matahari terbenam di langit Madinah.
Apa dampaknya? Sangat besar, jika kita bernafas di Madinah maka dampaknya kering di lubang hidung dan tenggorokan, lalu, jika kita bergerak yang mestinya mengeluarkan keringat, namun kondisinya malah sebaliknya, tidak berkeringat dan tetap kering. Namun, tetiba lemas, plus berpotensi lubang hidung luka, akibat kering.

Langit Jeddah yang cerah.
Nah, ini mesti jadi perhatian serius bagi jemaah haji, sebab cuaca yang panas bisa sebabkan beberapa penyakit seperti heat stroke, yang bisa membuat jemaah mual, muntah, kuang-kunang dan pingsan plus dehidrasi.
Oleh karenanya jemaah mesti minum air setiap 20 menit sekali, memakai APD seperti masker, kaca mata, lotion, Semprotan air jika di butuhkan dan jangan banyak beraktifitas keluar hotel. Perbanyak bertada di jalan masjid Nabawi untuk perbanyak ibadah dan minum zam zam di setiap teko air yang berada di dalam Masjid Nabawi.

Kondisi berbeda dengan Jeddah, di Kota yang disebut kota Nenek ini sebab ada diduga makam Ibu Hawa, kota ini memiliki tingkat kelembapan yang cukup tinggi, Seperti pada hari ini, kelembapan udara mencapai 38 persen, namun dalam kisaran rata-rata kelembapan udara bisa diangka 57%-71%.
Ini sangat layak cocok buat kita orang Indonesia, sehingga saat beraktifitas tidak terasa cepat lelah alami kering di hidung dan tenggorokan. Kenapa kelembapan di sini tinggi? karena Jeddah dekat dengan laut, sehingga angin membawa uap air ke daratan yang berdampak kelembapan udara tinggi.
Nah, namun yang sama yang kami alami adalah, ketika sampai di Madinah dan Jeddah, sama-sama di sambut dengan hujan ringan. Petanda apa ya? Tapi saya penulis hanya bisa ucapkan Allohuakbar!!! (Pengendara Angin)